Mindful Eating Saat Diet, Justru Menjadi Suatu Tekanan?

Mengapa mindful eating dapat menjadi suatu tekanan serta penerapannya sehari-hari.

NUTRITIONLIFESTYLE

Atika Dian Yunianti, S.Gz.

1/12/20242 min read

Mindful eating seringkali berseliweran di sosial media dan menjadi anjuran saat penerapan program diet weight loss. Namun, sebagian orang justru  menganggapnya sebagai pedoman atau tugas sehingga menimbulkan stres saat weight loss diet. Mindful eating tetap dapat diterapkan oleh siapapun, termasuk wanita karir di tengah kesibukan bekerja.

Diet yang ideal tidak mungkin mengintimidasi, apalagi menjadi suatu pressure ya, Nutri-sister! Mindful eating tentunya menjadi suatu metode baik di tengah diet Anda dan kesibukan kerja Anda, jika melihatnya dari sisi positif dan semangat untuk bersabar dalam berproses.

Pastikan weight loss diet dan penjelasan lebih lanjut terkait mindful eating Anda dikonsultasikan kepada profesional di bidang nutrisi ya, Nutri-Sister! So no more worries, Yuk daftar konsultasi gizi gratis bersama dietitian kami sekarang juga!

Hai, Nutri Sisters!

Sebagai seorang wanita karir, ataupun para wanita yang saat ini ber”karir” sebagai sosok hebat ibu rumah tangga, di era saat ini dengan mudahnya berbagai informasi menarik dan terkini mengisi sosial media Anda, baik yang berasal dari profesional hingga non-professional sekalipun.

Mindful eating atau metode makan intuitif barangkali menjadi istilah baru bagi sebagian orang. Adapun istilah ini sudah banyak digunakan dan dianjurkan saat menerapkan diet weight loss. Pada awalnya, metode seperti ini memang terdengar bagus, namun bagi sebagian orang, melanjutkan kebiasaan tersebut sama sulitnya dengan mempertahankan pola makan. Di sisi lain, kebanyakan diet penurunan berat badan tidak dimaksudkan sebagai perubahan gaya hidup permanen. Sebagian orang melakukannya selama 1 minggu, mungkin 1 bulan, dan akhirnya kembali makan seperti biasa.

Dari kasus tersebut muncul pertanyaan, apakah sebagian orang tersebut betul-betul memahami arti dan manfaat dari mindful eating? Apakah dari Anda pernah menerapkan mindful eating, lantas berpikir bahwa hal tersebut merupakan suatu tuntutan dan berujung menjadi tekanan saat proses diet Anda? Serta sulitkah mindful eating untuk diterapkan di tengah kesibukan bekerja?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita ulas definisi dari eating mindfuly serta kebalikannya, eating mindlessly.

  • Eating mindfuly

Makan dengan penuh kesadaran adalah pendekatan terhadap makanan yang berfokus pada kesadaran sensual individu dan pengalaman mereka terhadap makanan tersebut. Pada saat ini, Anda sadar merasakan lapar, sadar akan tindakan makan, menikmati setiap gigitan, hingga Anda berhenti makan ketika tubuh memberi tahu bahwa Anda sudah kenyang. Tujuannya adalah untuk membantu individu menikmati momen dan makanan serta mendorong kehadiran penuh mereka dalam pengalaman makan.

  • Eating mindlesly

Makan tanpa berpikir berarti makan saat perhatian Anda terganggu atau sedang melamun. Anda makan dengan cepat dan hampir tidak merasakan makanan. Saat ini, Anda mungkin mulai makan karena lapar, namun bisa juga karena bosan, stres, atau hanya karena kebiasaan makan pada jam tersebut. Anda berhenti makan ketika makanan Anda habis sekalipun Anda tidak benar-benar mengingatnya.

Manfaat dari Mindful Eating

Prinsip di balik makan dengan penuh kesadaran adalah untuk menikmati dan terlibat sepenuhnya saat Anda makan. Dengan melakukan ini, Anda memberi waktu pada tubuh untuk merasa kenyang sehingga mencegah makan berlebihan. Makan dengan penuh kesadaran berpotensi bagi tubuh kita untuk mengontrol asupan makanan, salah satunya ketika kita dihadapkan pada kebiasaan makan secara impulsive sebagai respons stress atau emosi negative, yang kemudian mengarah pada perubahan perilaku dan membantu penurunan berat badan. Termasuk dimana kita dapat sadar akan porsi makan serta memilih jenis hidangan yang padat nutrisi. Pembiasaan pola makan yang penuh perhatian atau mindful eating memungkinkan menciptakan perilaku diet baru tanpa konsekuensi negatif yang memengaruhi hubungan Anda dengan makanan.

Selain itu, pengetahuan fisiologis yang ada menunjukkan bahwa mindful eating dapat menjaga dominansi PSNS (parasympathetic nervous system) yang dapat mendukung pencernaan dengan meningkatkan sekresi air liur, menstimulasi cairan lambung, sekresi enzim pencernaan, sekresi empedu untuk memfasilitasi asimilasi serta ekstraksi nutrisi, yang lebih lanjut dapat meningkatkan optimalisasi fungsi pencernaan. Inti dari manfaat mindful eating terhadap fungsi pencernaan adalah melemahnya respons stres, mendorong regulasi sistem saraf untuk meningkatkan homeostasis yang diperlukan untuk mode istirahat dan pencernaan. Fungsi pencernaan yang optimal tentunya mempengaruhi respon stress / emosi yang merupakan landasan kesehatan dan kelangsungan hidup.

Mengapa Mindful Eating dapat Menjadi Pressure

Berikut merupakan alasan mengapa sebagian orang menjadi tertekan dan menyerah dengan metode ini :

1) Bersikap terlalu overthinking

Timbul rasa terintimidasi, apalagi jika baru memulai. Mindful eating merupakan sebagian metode dalam diet, supaya seseorang mampu healing dan menikmati proses dietnya. Namun, sebagian orang justru menganggap mindful eating sebagai “diet” tersendiri, tugas, atau pedoman yang justru memicu stress. Seseorang menjadi cemas untuk mengonsumsi makanan tertentu, takut lepas kendali atau terlalu memanjakan diri. Keterampilan mindful eating memang diperlukan latihan dan waktu. Bentuk penguatan seperti ini barangkali tidak didapatkan jika seseorang menanyakan kepada non-profesional.

2) Merasa skeptis.

Beberapa orang merasa bahwa kebiasaan baru ini tidak cocok dengan gaya hidup, tidak nampak hasilnya dalam waktu singkat, dan sebagian lain memiliki komitmen dan kesediaan diri yang kurang untuk menghadapi tantangan pikiran, perasaan, dan sensasi kurang nyaman yang barangkali mereka harus hadapi ketika memulai suatu diet. Tidak dapat dipungkiri, sedikit lebih usaha untuk menjadi mindfulness adalah belajar untuk tetap bertahan, bahkan ketika menyesuaikan perasaan yang kurang nyaman.

Menerapkan mindful eating di Tengah kesibukan bekerja

Sejumlah sikap yang dapat kita tanamkan ketika memulai mindful eating journey:

1) Nonjudging (tidak menghakimi) : memulai proses kita dengan menghargai dan meyakini perubahan.

2) Patient (sabar) : saat program weight loss, penurunan berat badan pun tidak boleh drastis, yakni >2 kg / minggu. Apalagi mindful diet yang tidak ada hasil objektif dan spesifik untuk diukur, maka diperlukan waktu dan latihan untuk dapat beradaptasi. Sabar ketika mengunyah, menelan, untuk dapat mendapatkan pengalaman utuh.

3) Approaching your Experience just as Baby does (memulai dari awal layaknya bayi) : seperti perlahan mengambil satu rasa, melihat satu kali, mencium suatu objek.

4) Letting go (Penerimaan). Menerima secara positif seperti rasa yang enak, suasana yang nyaman, serta mendapat kesempatan untuk menjajaki pengalaman yang menantang.

Berikut adalah tips bagi Nutri-Sisters untuk menerapkan mindful eating di Tengah bekerja :

1) Saat hari sedang hectic dan tidak ada waktu luang, terapkan mindful eating dari hal kecil. Cukup lakukan saat beberapa gigitan/suapan pertama. Awali dengan rasa syukur supaya waktu makan jadi lebih berkualitas.

2) Pelan - pelan. Temukan kecepatan makan alami Anda. Selesaikan setiap proses menelan sebelum menggigit lagi.

3) Lakukan mindful eating beberapa kali dalam seminggu saja, kembangkan bertahap.

4) Sesekali tarik napas dalam-dalam beberapa kali dan bangun koneksi diri Anda dengan pengalaman serta komitmen yang sedang diusahakan saat ini.

5) Jalan-jalan cari angin sepertinya menarik! Sesekali cari area yang sejuk, dapat akses melihat pemandangan, jalanan, atau mindful eating bersama rekan kerja. Hal ini sedikitnya memaksa Anda untuk keluar dari kotak tempat Anda merasa jenuh bekerja.

6) Sudah memasuki waktu kebiasaan lama untuk makan/ngemil, namun belum lapar atau merasa masih bisa mengontrolnya, push untuk lakukan aktivitas lainnya.

7) Berlatih yoga atau meditasi untuk membangun hubungan positif dengan tubuh Anda.

Referensi :

  1. Cherpak CE. Mindful Eating: A Review Of How The Stress-Digestion-Mindfulness Triad May Modulate And Improve Gastrointestinal And Digestive Function. Integr Med (Encinitas). 2019 Aug;18(4):48-53. PMID: 32549835; PMCID: PMC7219460.

  2. Nelson JB. Mindful Eating: The Art of Presence While You Eat. Diabetes Spectr. 2017 Aug;30(3):171-174. doi: 10.2337/ds17-0015. PMID: 28848310; PMCID: PMC5556586.

  3. Slayton, L. 2013. The Little Book of Thin .Newyork:Perigee Books.

Cek juga artikel kami yang ini...